Peninggalan Diego Maradona di La Liga

0
19
Peninggalan Diego Maradona di La Liga
- Advertisement -
RAJAOLB388

Peninggalan Diego Maradona di La Liga, Diego Maradona akan diingat dengan tinta emas atas karier berkilaunya selaku pemain sepak bola. Dunia mengaku keagungan pria dari Argentina itu, tidak kecuali La Liga.

Diego Maradona wafat pada Rabu (25/11/2020) malam WIB. Si legenda wafat sebab penyakit serangan jantung. Beberapa saat awalnya, ia dirawat di dalam rumah sakit sebab permasalahan yang serupa.

Sejauh kariernya selaku pemain, Peninggalan Diego Maradona pernah bermain untuk enam team berlainan. Tiga team yang menempel dengannya yaitu Argentinos Juniors, Boca Juniors, dan Napoli. Namun, ada adegan yang mengagumkan yang jarak dibahas mengenai karier Diego Maradona yaitu di La Liga. Diego Maradona pernah bela Barcelona [1982 – 1984] dan Sevilla [1992 – 1993].

Adegan Barcelona

La Liga ialah tempat Maradona pertamanya kali rasakan sepak bola Eropa, sesudah tergabung dengan Barcelona dari Argentinos Juniors dan Boca Juniors pada harga 7,6 juta euro, rekor pada periode itu. Joan Gaspart, wapres Barcelona waktu itu, mengutarakan jika direktur-direktur Barça harus ke Argentina memakai tank untuk mengontrak Maradona, dengan fakta keamanan.

Ambil Maradona dari penggemar setianya di Argentina sangat berat, tetapi semuanya setimpal. Barcelona datangkan pemain mengagumkan. Persoalan kesehatan membuat Maradona tidak bermain sekitar yang diinginkan, tetapi dia terus bermain cemerlang saat di turunkan. Maradona bahkan juga memikat beberapa pemirsa di Bernabéu, stadion punya pesaing Barcelona, Real Madrid. Maradona diberi standing ovation oleh beberapa simpatisan Madrid karena tindakan luar umumnya saat memberikan asis ke Juan José untuk menjebol gawang Los Blancos. “Saya ingat satu sesion latihan dengannya, saat semua tim takjub dengan laganya, dan kami cuman dapat diam melihatnya,” kata Lobo Carrasco, salah satunya rekanan segrup Maradona di Barcelona saat itu.

Adegan Sevilla

Sesudah tinggalkan Barcelona pada tahun 1984 untuk berpindah ke Napoli, Maradona kembali pada Spanyol pada tahun 1992. Kesempatan ini dia tanda-tangani kontrak bersama Sevilla FC dan reuni dengan Carlos Bilardo, yang latih tim nasional Argentina saat memenangkan Piala Dunia Meksiko 1986.

Maradona hanya bermain satu musim di Sevilla, tetapi musim 1992/93 ialah musim yang paling diingat oleh beberapa Sevilistas. Di laga pertama di Stadion Ramón Sánchez-Pizjuán, Maradona cetak gol salah satu dalam kemenangan 1-0 Sevilla atas Real Zaragoza.

Di Sevilla, kekuatan Maradona sudah menghilang, serta telah jarang-jarang bermain semenjak satu tahun saat sebelum dia tergabung dengan club Andalusia itu, tetapi nama besarnya masih bawa karunia tertentu. Beberapa fans ikhlas tiba lebih cepat ke stadion cuman untuk melihatnya pemanasan, dan Maradona memberi imbas berarti pada pemain muda di club itu, seperti Diego Simeone dan Monchi, yang saat ini memegang selaku Direktur Olahraga Sevilla FC.

- Advertisement -
RAJAOLB388

“Dia benar-benar menolong saya di Sevilla,” ingat Simeone.
Saat itu, Monchi kerap bercerita kemurahan hati Maradona: “Satu hari saya sedang berjalan bersama Maradona, dan dia mengetahui jam Rolex yang saya gunakan ialah palsu. Lantas, satu hari setelah latihan, dia memerintah saya untuk menantinya, dan dia memberi saya jam Cartier supaya saya tidak kenakan jam palsu kembali.”

Maradona ingin berada di Sevilla untuk semakin lama kembali, dan dia bahkan juga bawa beberapa mobil favoritnya ke Sevilla. Tetapi diakhir musim 1992/93, dia kembali pada Argentina. Walau cuman habiskan waktu singkat di Spanyol, Maradona memberi imbas berarti, dengan cetak 27 gol dari 62 laga dan memenangkan Copa del Rey, Copa de LaLiga, dan Piala Super Spanyol. Peninggalannya tetap akan diingat di Barcelona, Sevilla, dan penjuru dunia.

- Advertisement -
RAJAOLB388 BCA368 BCAPLAY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here