Wonderkid Chelsea Masuk Dalam Daftar Pemain Baru Terbaik di Eropa

1
267
- Advertisement -
RAJAOLB388

Wonderkid Chelsea Masuk Dalam Daftar Pemain Baru Terbaik di Eropa, Netraverse.com – Wonderkid Chelsea, pemain sasaran Real Madrid serta bintang Bayern Munchen masuk dalam perincian pemain pendatang baru paling baik di Eropa.

Beberapa pemain di lima liga papan atas Eropa dipandang wajar masuk dalam perincian pendatang baru paling baik musim 2019/20. Mereka mainkan peristiwa cemerlang pada musim pertamanya di persaingan domestik.

Beberapa pemain itu belum berumur lebih dari 25 diawalnya musim ini, serta tidak mainkan lebih dari lima laga untuk starter di satu dari lima liga top Eropa, sebelum musim 2019/20 ini. Hasilnya, cuma pemain yang telah bertanding maximum satu musim penuh di liga papan atas Eropa yang dapat diperhitungkan. Martin Odegaard, contohnya, tidak berhasil pada point paling akhir ini. Di bawah ini daftarnya, seperti dikutip Whoscored:

Kiper: Predrag Rajkovic (Reims) – Rating 7.03

Dihadirkan dari Maccabi Tel Aviv musim panas lalu, Predrag Rajkovic sudah tunjukkan permainan apiknya serta sering menghiasi headline di beberapa media massa sebab prestasinya di lapangan.

Pemain yang masih tetap berumur 24 tahun ini tampil benar-benar mengagumkan di bawah garis gawang Reims, serta sekarang jadi kiper di Team WhoScored of the Season di Ligue 1.

Reims yang mempunyai rekor pertahanan paling baik di Ligue 1 – mereka cuma kecolongan 21 gol, jadi bukti kapasitas Rajkovic di muka gawang. Penjaga gawang asal Serbia ini sudah selamatkan empat dari lima eksekusi penalti yang ditemuinya di Ligue 1 musim ini, serta sukses isi kekosongan yang dibiarkan penjaga gawang nomor satu musim kemarin, Edouard Mendy, dengan benar-benar baik.

Bek Kanan: Fabien Centonze (Metz) – Rating 7.08

Sesudah kerja keras supaya kekuatannya disadari di persaingan papan bawah Prancis, bek berumur 24 tahun ini pada akhirnya dihadiahi peluang untuk bermain di Metz di Ligue 1 sepanjang musim panas kemarin.

Diambil dari club Ligue 2, Lens, Fabien Centonze sekarang sukses amankan tempatnya untuk bek kanan pilihan pertama Metz musim ini. Dia tetap dimainkan pada musim 2019/20 ini, sampai wajar dikukuhkan untuk salah satunya pendatang baru berperingkat tinggi punya Metz.

- Advertisement -
RAJAOLB388

Bek kanan ini sukses berikan tiga assist atas namanya, serta dia capai banyak penghargaan untuk Man of the Match. Disamping itu, Centonze dengan cara mengagumkan sukses kerjakan tekel serta interseps dengan rata-rata 4, 8 bila dipadukan per kompetisinya.

Bek Tengah: Sebastian Schonlau (Paderborn) – Rating 7,03

Schonlau barusan hadir di Paderborn waktu akhir kali mereka bertanding di Bundesliga sebelum musim ini, yaitu pada 2014/15 yang lalu. Sayangnya, Schonlau tidak berhasil tampil waktu itu, tetapi turut mainkan fungsi penting dalam promo mereka dari Bundesliga 2 pada musim 2018/19, serta memetik pengalaman di persaingan papan atas untuk kali pertamanya musim ini.

Saat ini di umurnya yang baru 25 tahun, Schonlau terus perlihatkan permainan apiknya di Paderborn serta jadi salah satunya pemain berperingkat tinggi di Bundesliga musim ini.

Dia sukses cetak 2 gol dalam 19 penampilannya, serta ini jadi musim paling produktifnya di ujung lapangan. Schonlau sukses kerjakan clearance terbanyak per kompetisinya (6, 2) dari semua pemain Bundesliga musim ini.

Walaupun Paderborn ada di papan bawah klassemen Bundesliga, tetapi tingkat kesuksesan umpannya sampai 87, 8 %. Selama ini, tidak ada pemain reguler Paderborn yang mempunyai tingkat kesuksesan di atas 80 %.

Bek Tengah: Jack O’Connell (Sheffield United) – Rating 6,94

Sheffield United jadi team promo yang cukup cemerlang musim ini. Team bimbingan Chris Wilder itu berkesempatan ada di posisi ke-5 Liga Premier, bila mereka memenangi laga di tangan waktu persaingan kembali lagi diteruskan. The Blades telah tampil memikat musim ini, khususnya dengan strategi unik mereka mainkan bek tengah yang tumpang-tindih. Jack O’Connell juga turut mengundang perhatian dalam ini, sepanjang musim pertamanya di club itu.

Pemain yang sekarang berumur 26 tahun itu, habiskan sejumlah besar tahun awal kariernya untuk pemain utang di liga papan bawah, sebelum pada akhirnya tinggal di Steel City pada 2016. O’Connell tidak melepaskan satu menit juga laga liga musim ini, dimana dia memenangi 64, 8 % dari tanding udara dalam prosedurnya. Karena tampilan apiknya, beberapa golongan serta mengaku O’Connell wajar bela timnas.

Bek Kiri: Alphonso Davies (Bayern Munchen) – Rating 7,54

Alphonso Davies jadi bintang baru buat Bayern musim ini, serta penampilannya untuk bek kiri semakin lebih mengagumkan mengingat dia sebetulnya adalah seorang pemain sayap. Dia dihadirkan Bayern dari club MLS, Vancouver Whitecaps, pada tengah musim kemarin. Davies selanjutnya cuma tampil dalam enam pertandingann untuk pemain cadangan sepanjang paruh ke-2 musim 2018/19.

Musim ini, pemain internasional Kanada itu sukses kerjakan terobosan. Davies juga ada untuk salah satunya bek kiri paling baik di Eropa di umurnya yang masih tetap 19 tahun, tetapi sudah mainkan fungsi langsung dalam 5 gol dalam 21 laga liga.

Bermain jauh ke serta Davies punyai kemampuan untuk penggiring bola. Dia tertera sukses kerjakan tiga dribel per laga.

Gelandang Tengah: Eduardo Camavinga (Rennes) – Rating 7,12

Baris produksi dengan talenta fenomenal Rennes ini terus cemerlang, dimana pada umurnya yang baru 17 tahun Camavinga telah jadi pemain reguler team penting untuk team Ligue 1 itu. Terakhir, dia dihubungkan dengan transfer ke Real Madrid musim panas akan datang.

Dia peluang akan turuti jejak beberapa pemain seperti Ousmane Dembele, yang kerjakan langkah transfer ke club berprofil tinggi di waktu umurnya masih muda.

Camavinga dilukiskan untuk kombinasi di antara N’Golo Kante serta Paul Pogba, dan terlihat mempunyai beberapa hal untuk langsung ke arah pucuk kariernya.

Tidak ada pemain lain di lima liga paling atas Eropa yang rata-rata dapat kerjakan tekel bertambah banyak per kompetisinya dibanding remaja Rennes ini (4, 1), sesaat dia sukses cetak 1 gol serta dua assist dalam 25 laga liga. Disamping itu, dia sudah mengakhiri 19 dari 28 upayanya membawa bola di Ligue 1 pada musim 2019/20 ini.

Gelandang Tengah: Gaetano Castrovilli (Fiorentina) – Rating 7,06

Tidak seperti partnernya di baris tengah dalam starting XI ini, Gaetano Castrovilli perlu peluang bermain dengan cara reguler dengan statusnya untuk pemain utang di divisi ke-2, sebelum dipandang siap untuk sepakbola papan atas. Waktu utang 2 tahun di Cremonese tentunya membuat Castrovilli bertanya-tanya, sebab pemain berumur 23 tahun itu saat ini sudah bertumbuh bersama-sama La Viola di Serie A.

Gelandang tengah asal Italia sudah mainkan peranan langsung dalam terbentuknya 5 gol di 23 penampilannya di tempat liga untuk Fiorentina musim ini. Dia sudah mengklaim penghargaan Man of the Match sekitar 3x.

Tetapi, Castrovilli bermain benar-benar efisien waktu ada bola di kakinya. Memang, cuma satu pemain yang rata-rata bukukan dribel lebih sukses per laga Serie A di Fiorentina musim ini (3.2). Disamping itu, dari beberapa pemain yang sudah coba minimal 75 dribel di lima liga top Eropa musim ini, cuma tiga yang mempunyai tingkat kesuksesan yang lebih bagus dibanding Castrovilli (73, 8 %).

Sayap Kanan: Dejan Kulusevski (Parma) – Rating 7,07

Cuma dalam tiga penampilannya untuk pemain cadangan pada musim 2018/19, Atalanta secara cepat membuat ketetapan jika Dejan Kulusevski perlu waktu bermain dengan cara reguler dalam tempat lain menjadi pemain yang lebih dewasa.

Ia sudah mengerjakannya untuk utang Parma musim ini, serta penampilannya benar-benar menarik, hingga Juventus ingin mengambilnya pada musim panas akan datang.

Pemain internasional Swedia itu sudah mainkan fungsi langsung dalam terbentuknya 13 gol di 23 penampilannya di tempat liga untuk Parma musim ini. Dia mengklaim penghargaan Man of the Match dalam tiga laga. Kulusevski rata-rata kerjakan 2x umpan kunci per pertandingan, serta 2x dribel yang sukses per kompetisinya. Pemain berumur 19 tahun itu juga direncanakan gabung Juventus akhir musim ini.

Gelandang Serang: Mason Mount (Chelsea) – Rating 7,01

Wonderkid Chelsea, Mason Mount, jadi satu dari pemain yang mendapatkan faedah paling besar atas ketetapan Chelsea untuk menunjuk Frank Lampard untuk manager mereka musim panas kemarin.

Sesudah habiskan musim di bawah bimbingan Frank Lampard di Derby County musim kemarin, Mount sekarang sudah jadi pemain reguler team penting untuk club waktu kecilnya musim ini. Di bawah manager lain di Stamford Bridge, peluang Mount akan dipinjamkan atau dipasarkan untuk peroleh keuntungan sepanjang musim panas.

Masih banyak pekerjaan yang perlu dilaksanakan Mount untuk penuhi potensinya, tetapi koleksi 6 gol serta empat assist pada musim pertamanya di Liga Primer tentunya benar-benar menyenangkan.

Wonderkid Chelsea yang satu ini sukses menggerakkan kariernya menjadi starter Tim nasional Inggris di Euro 2020 akan datang, tetapi ketetapan untuk tunda kompetisi itu sepanjang 12 bulan ke depan dinyatakan semakin lebih menguntungkannya.

Sayap Kiri: Mounir Chouiar (Dijon) – Rating 7,30

Fabien Centonze bukan salah satu pemain Lens yang geser ke club papan atas Prancis sepanjang musim panas, saat Dijon mengincar Mounir Chouiar dari club Ligue 2. Ditambah lagi, Chouiar sudah beri efek yang mengagumkan pada musim rasa pertamanya di sepakbola papan atas.

Pemain 21 tahun ini sudah cetak 4 gol dalam 20 penampilannya di tempat liga untuk club barunya itu musim ini. Benar-benar disayangkan, dia gagal bukukan assist atas namanya.

Chouiar sudah tidak berhasil cetak 1 gol, walau dia pernah mengurus 44 umpan kunci di Ligue 1 musim ini. Hal itu memperlihatkan, itu bukan kekeliruan Chouiar, tetapi ada yang tidak bermutu disamping penerima kesempatan yang dibuatnya. Disamping itu, 3, 5 dribel sukses per game yang dibuatnya tempati tempat ke-2 sesudah Neymar (6 dribel) di Ligue 1 musim ini.

Striker: Victor Osimhen (Lille) – Rating 7,14

Lille kehilangan bakat paling baik mereka sepanjang musim panas lalu, serta benar-benar memerlukan beberapa pemain baru. Kehilangan Nicolas Pepe serta Rafael Leao benar-benar merusak buat team Prancis itu, tetapi Victor Osimhen minimal sukses menanggung beberapa beban di pundaknya.

Dihadirkan dari club Belgia, RSC Charleroi, sesudah cuma satu musim di club itu. Pemain berumur 20 tahun yang cuma 3x jadi starter sepanjang 2 tahun kariernya di Wolfsburg, saat ini telah dihubungkan dengan transfer ke Liga Premier.

Osimhen turut bertindak besar dalam terbentuknya 17 gol di 27 laga liga yang dijalani Lille pada musim 2019/20. Dia sudah cetak 13 gol dalam prosedurnya.

Pemain itu sudah mengklaim empat penghargaan Man of the Match serta rata-rata menangi 4, 4 tanding udara per laga.

- Advertisement -
RAJAOLB388 BCA368 BCAPLAY

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here